INDRAMAYU – Babinsa Desa Totoran, Sertu Iswandi, menghadiri pengukuhan organisasi Paguyuban Mbah Buyut Kepel di Blok Pancer I, Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk melestarikan adat istiadat, budaya, dan tradisi daerah agar tetap terpelihara serta diwariskan kepada generasi penerus.
Kegiatan itu juga bertujuan menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial dan pembinaan teritorial antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, para tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta unsur pemerintah desa hadir memberikan dukungan terhadap keberadaan paguyuban sebagai wadah pelestarian budaya lokal.
Sertu Iswandi mengatakan, keberadaan paguyuban budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pengukuhan Paguyuban Mbah Buyut Kepel ini merupakan langkah positif dalam menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Melalui paguyuban ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal dapat terus hidup serta menjadi perekat persatuan masyarakat, ” ujar Sertu Iswandi.
Danramil 1602/Sindang Kapten Arm Suhermanto menegaskan bahwa TNI melalui aparat teritorial akan mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga budaya dan memperkuat persatuan.
“Pelestarian budaya daerah merupakan tanggung jawab bersama. Koramil akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat yang dapat mempererat hubungan sosial, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai luhur bangsa, ” kata Kapten Arm Suhermanto.
Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa paguyuban berbasis kearifan lokal dapat menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Dengan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya, masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, ” ungkap Letkol Arm Tulus Widodo.
|
Baca juga:
Babinsa Lohbener Jalin Sinergi Lewat Komsos
|
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menilai budaya lokal merupakan aset bangsa yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Kearifan lokal adalah kekayaan bangsa yang tidak ternilai. Keberadaan paguyuban seperti ini menjadi wadah untuk menjaga identitas budaya sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai luhur leluhur, ” tuturnya.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., yang dikenal sebagai Jenderal Santri, menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pembinaan teritorial.
“Budaya dan kearifan lokal merupakan fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan ketahanan bangsa. Saya mengapresiasi terbentuknya Paguyuban Mbah Buyut Kepel sebagai wadah pelestarian budaya yang mampu memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta mendukung terwujudnya kemanunggalan TNI dengan rakyat, ” tegas Mayjen TNI Kosasih.
Melalui pengukuhan tersebut, Paguyuban Mbah Buyut Kepel diharapkan menjadi wadah yang aktif dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (PERS)

Iswandi